Sunday, July 07, 2013

ibu baru

sudahlah, lupakan semuanya. aku berlalu tanpa melihat nya kembali. aku merasa semuanya sudah jelas. aku harus segera bertindak untuk menghindarkannya dari situasi ini. kalau memeng belum faham, mengapa aku melakukan ini, jangan memaksa untuk faham. cukup berfikiran fosistif saja, itu sudah cukup. sempat kulihat, hitam di lengannya, itu sudah cukup membutaku menitikan air mata, lalu apalagi yang harus aku saksikan??? sudah cukup kekejaman mu padanya. katakan , ya.kau akan ikut dengan ku. ku ikhlasakan , aku menjadi ibu mu. kasih sayangku insya Allah takkan habis bila kubagikan denngan mu. ayoooo.....mana tanganmu, aku akan menuntunmu, menemukan bahwa kamu layak dicintai dan menghujani makam ibu kandungmu dengandoa dan cerita indah tentang indahnya cinta, walau harus beryatim piatu.

perasaaan

perasaan itu, difikir2 kok kayak kasur busa ya, di bisa memberikan respon yang ajaib menurutku, bisa naik turun hehe, perumpamaan yang agak aneh sih di samain ama busa:). kalo lagi dapat sesesuatu yang menyenangkan lalu kita seneng, ya Alhamdulillah. tapi pas ada seseuatu yang tak sesuia dengan hati, jadi sediiih. sedihhh ini nih yang kayaknya harus di kendalikan, waaah memancing perasaan orang lain yang melihatnya jadi iba , sebel atau seneng :).